Ketika "Bintang" Tidak Menjadi Patokan Bagi Hotel

Published on Friday, 07 October 2016 07:03
Ketika 'Bintang' Tidak Menjadi Patokan Bagi Hotel

TRAVELHEBAT PEKANBARU - Bagi sebuah hotel, tanda bintang menjadi suatu hal yang cukup bergengsi. Terlebih lagi jika hotel tersebut memiliki fasilitas lengkap seperti hotel bintang tiga keatas.

Menurut penuturan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Riau Ondi Sukmara, bintang yang ada di hotel saat ini tidak menjadi sebuah jaminan lagi.

"Biasanya bintang yang ada dihotel itu sangat dihargai, tapi sekarang tidak lagi jadi jaminan oleh masyarakat," katanya kepada bertuahpos.com, Jumat (7/10/2016).

Ia mencontohkan, Hotel F dan Hotel A yang saat ini berdiri di Kota Pekanbaru. Jika dibandingkan dari segi kamar, Hotel F lebih bagus ketimbang Hotel A.

"Sekarang ini, tamu itu lebih menilai kenyamanan yang dia dapatkan dan lebih dekat dengan jalan protokol," lanjutnya.

Oleh karena itu, dunia perhotelan saat ini menjadi sulit. Sehingga dengan persaingan yang ketat, untuk capai okupansi 60 persen menjadi sulit. "Untuk sekarang ini rata-rata okupansi mencapai 56-57 persen,"
sambungnya.

Selain itu, agar hotel tetap bisa eksis, pihak hotel seharusnya membuat inovasi baru maupun melengkapi fasilitas-fasilitas yang ada untuk pengunjung.

"Pengusaha hotel yang baik bukan hanya mengandalkan kamar saja. Tetapi menyediakan apa yang dibutuhkan konsumen, seperti club, spa, kolam renang, ruang meeting maupun tradisional restauran," jelas Ondi.

"Bahkan, meskipun hotel itu ada bintang dua tapi memiliki fasilitas bintang tiga dan kamar tidak smpai 60 persen, pasti bisa tetap eksis,", tutupnya. (BPC/Admin)

Share: